Remaja tewas saat bungee jumping karena instruktur salah omongan – Tomonews

REMAJA TEWAS SAAT BUNGEE JUMPING MENYALAHKAN BAHASA INGGRIS INSTRUKTUR

Mendengar perbedaan antara ”No jump” dan ”Now jump” saat bungee jumping ternyata bisa menjadi perbedaan antara hidup dan mati bagi turis Belanda di Spanyol pada Agustus tahun 2015.

Menjadi yang terakhir dari kelompoknya, Vera Mol berusia 17 tahun mengira ia telah terikat ke kabel dengan aman

ketika dia melompat dari Jembatan ke dalam ngarai di Cantabria. Namun ternyata, belum terikat dengan kencang.

Minggu terakhir ini, sebuah pengadilan memutuskan bahwa “bahasa Inggris yang buruk” dari instruktur adalah apa yang menyebabkan mimpi buruk tersebut,

Dan Direktur perusahaan yang menyelenggarakan bungee jumping akan menghadapi tuntutan untuk pembunuhan melalui kelalaian.

Selain itu, hakim menunjukkan bahwa Vera di bawah usia legal untuk berpartisipasi, dan bungee jumping dari Jembatan Jalan Raya tersebut secara tegas dilarang.

Hukum memberitahu bahwa instruktur seharusnya mengatakan ”Don’t jump,” yang merupakan terminologi dan protokol yang benar.

Hmm, mungkin kata ”jump” atau “melompat” lebih baik tidak usah diucapkan sampai semuanya aman?

Apa yang terjadi dengan ”Pada hitungan ke-3” atau ”tunggu aba-aba saya…”
—————————————-­———————

TomoNews adalah sumber berita nyata terbaik. Kami meliputi cerita paling lucu, paling gila dan paling banyak dibicarakan di internet. Cara penyampaian kami apa adanya dan tidak mengenal batas tertentu. Jika Anda tertawa, maka kami juga sedang tertawa. Jika Anda marah, kami pun sedang marah. Kami menyampaikan berita apa adanya. Dan karena kami juga dapat menganimasikan cerita, TomoNews memberikan Anda berita yang belum pernah Anda lihat sebelumnya.

Kunjungi website official untuk berita terhangat, dan tanpa sensor:
Follow juga halaman Facebook kami:
Silahkan cek aplikasi Android kami:
Silahkan cek aplikasi iOS kami:

15 KOMMENTARER

LÄMNA ETT SVAR

Please enter your comment!
Please enter your name here